700 Karakter Tersisa
Kirim
  • Akhlak
  • Filsafat
  • Fikih
  • Hadis
  • Kalam
  • Quran
  • Sejarah
  • Sirah
  • Tasawuf
  • Maarif
  1. Apakah kita harus melakukan istikhâra apabila ingin melangsungkan pernikahan?
  2. Dalam perspektif agama Islam, dalam masalah-masalah apa sajakah manusia memiliki ikhtiar dan kebebasan?
  3. Menjadi penghuni surga Ridhwan bagaimana bisa sejalan dengan syafaat Malaikat?
  4. Pada masa hidup maksum As, apakah orang-orang beriman harus merujuk kepada al-Qur’an atau kepada maksum (Rasulullah saw dan para imam) dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan agama mereka?
  5. Siapa yang dirujuk pada ayat tathir berdasarkan penafsiran ulama Ahlusunnah?
  6. Siapakah dan bagaimanakah sosok Mansur Hallaj itu?
  7. Dan pada sisi Allah-lah mafatih yang gayb (kunci-kunci semua yang gayb); tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, Dia sendiri dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan. Dan tiada sehelai daunpun yag gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula,) Dan tidak jatuh sebuah bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak ada sesuatu yang basah dan atau yang kering, melainkan tertulis dalam lauh mahfuz. (Qs. al-An’am [6] :59). Di dalam ayat al-quran di atas disebutkan tentang sesuatu yang basah dan sesuatu yang kering apakah yang di maksud adalah Kitab Mubin atau al-Quran? Dan apakah yang dimaksud dengan rutab (sesuatu yang basah) dan yabis (dan sesuatu yang kering) tersebut? Bagaimanakah entitasnya?
  8. Mengapa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab?
  9. Mengapa Allah Swt menggunakan kata ganti orang (dhamir) ketiga laki-laki untuk diri-Nya dalam al-Qur’an?
  10. Apakah derajat kredibilitas ayat-ayat al-Qur’an lebih tinggi atau riwayat-riwayat muktabar?