Selamat Datang di situs TanyaIslam.Net. Web ini berisi kumpulan tanya jawab seputar masalah dalam keislaman dan Anda pun bisa ikut mengirimkan pertanyaan kepada kami..

banner2
banner3
banner1


PERTANYAAN

Berapa kali Nabi Muhammad Saw pergi haji dan umrah?


JAWABAN


Dengan Nama-Nya Yang Mahatinggi 

Pengguna situs Tanya Islam yang budiman: 

Dalam literatur-literatur hadis dan sejarah terdapat beberapa pendapat terkait dengan berapa kali Nabi Muhammad Saw sebelum dan setelah hijrah menunaikan ibadah haji dan tamatu.

Adapun pendapat-pendapat tersebut adalah sebagaimana berikut:

  1. Semuanya 20 kali. [1]
  2. Sebelum hijrah di Mekah: Sekali[2] atau dua kali[3]
  3. Setelah hijrah: Empat kali umrah.[4] Sebagian berkata bahwa jumlah umrah tidak terhitung (banyaknya).[5]
  4. Nabi Muhammad melaksanakan haji tamattu (haji besar) sekali yaitu yang terkenal dengan nama haji Wada.[6] [iQuest]

[1] Kulaini,
Muhammad bin Ya’qub, Kāfi, Riset dan diedit oleh: Ghifari, Ali Akbar,
Akhundi, Muhammad, jil. 4, hal. 245, Tehran, Dar al-Kitab al-Islamiyah, cet.
Ke-4, 1407 H; Syaikh Saduq, Muhammad bin Ali, Man Lā Yahdhuruhu al-Faqih, Riset:
Ali Akbar Ghifari, jil. 3, hal. 238, Beirut, A’lami, cet. 3, 1409 H.

[2] Waqidi,
Muhammad bin Umar, Al-Maghāzi, jil. 3, hal. 1089, Beirut, A’lami, cet.
3, 1409 H.

[3] Ibnu
Syahr Asyub Mazandarani, Muhammad bin Ali, Manāqib Ali Abi Thālib As,
jil. 1, hal. 176, Qum, Allamah, 1379 Q, Al-Maghazi, jil. 3m hal. 1089; Baihaqi,
Abu Bakar, Dalāil al-Nabawiyah, Beirut, Dar al-Kitab al-‘Alamiyah, cet.
1, 1405 H; Dzahabi, Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad, Tārikh Islām, jil.
2, hal. 711, Beirut, Dar al-Kitab al-Arabi, Cet. 2, 1409 H.

[4] Manāqib Ali
bin Abi Thalib As,
jil. 1, hal. 176; Dalāil
al-Nabawah,
hal. 14, Beirut, Dar al-Kiatb al-‘Alamiyah, tanpa tahun.

[5] Ibnu Jazm
Andalusi, Abu Muhammad Ali bin Ahmad, Jawāmi’ al-Sirah al-Nabawiyah,
hal. 14, Beirut, Dar al-Kiatb al-Ilmiyah, tanpa tahun.

[6] Manāqib Ali bin Abi Thalib As, jil. 1,
hal. 176; Dalāil al-Nabawiyah, jil. 5, hal. 454; Suhaili, Abdurahman, Al-Raudh
al-Anf fi Syarh al-Sirah al-Nabawiyah,
jil. 7, hal. 26, Beirut, Dar Ihya
al-Tsurats al-Arabi, cet. 1, 1412 H.

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *