Selamat Datang di situs TanyaIslam.Net. Web ini berisi kumpulan tanya jawab seputar masalah dalam keislaman dan Anda pun bisa ikut mengirimkan pertanyaan kepada kami..

banner2
banner3
banner1

PERTANYAAN RANDOM


PERTANYAAN

Apakah Israel adalah nama salah seorang nabi? Apa yang ia haramkan bagi dirinya?


JAWABAN

Israel adalah nama Nabi Yakub (Ya’qub) yang merupakan salah satu nabi Ilahi. Ia mengharamkan daging unta dan susu bagi dirinya berdasarkan kemaslahatan tertentu.

Pada ayat 93 surah Ali Imran Allah Swt berfirman:

“کُلُّ الطَّعامِ کانَ حِلاًّ لِبَنِی إِسْرائِیلَ إِلاَّ ما حَرَّمَ إِسْرائِیلُ عَلى‏ نَفْسِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ تُنَزَّلَ التَّوْراةُ قُلْ فَأْتُوا بِالتَّوْراةِ فَاتْلُوها إِنْ کُنْتُمْ صادِقِینَ”

 “Semua makanan adalah halal bagi Bani Isra’il, melainkan makanan yang diharamkan oleh Israel (Yakub) untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan, (seperti daging unta yang berbahaya bagi dirinya). Katakanlah, “(Jika kamu mengatakan ada makanan yang diharamkan sebelum turun Taurat), maka bawalah Taurat itu, lalu bacalah jika kamu orang-orang yang benar.

Sebagian ahli tafsir (mufassir) dalam menafsirkan ayat berkata, “Ayat ini berbicara tentang segala sesuatu dalam Taurat yang diharamkan bagi mereka sebagai tebusan atas pembangkangan Bani Israel. Namun mereka mengklaim bahwa keharaman makanan-makanan ini bukan disebabkan oleh tebusan itu melainkan karena datuk mereka Israel yaitu Yakub (Ya’qub) mengharamkan makanan-makanan ini bagi dirinya dan anak-anaknya juga (Bani Israel) juga berlaku demikian; namun Allah Swt pada ayat suci ini menampik ucapan Yahudi terkait dengan alasan pengharama sebagian makanan seperti susu dan daging unta dan berfirman seluruh makanan adalah halal pada permulaan syariat Taurat untuk Bani Israel kecuali makanan yang diharamkan Yakub untuk dirinya sendiri sebelum Taurat diturunkan.  Pengharaman itu dilakukan boleh jadi karena daging unta berbahaya bagi dirinya atau karena nazar yang dilakukannya untuk tidak memakan daging dan meminum susu.  

Namun secara perlahan masalah ini telah menjadi syubha bagi sebagian pengikut Nabi Yakub. Mereka membayangkan bahwa hal ini merupakan pengharaman Ilahi (bagi mereka semua) karena itu ayat ini menjelaskan bahwa penyandaran hal ini kepada Tuhan merupakan tuduhan dan Allah Swt sama sekali tidak mengharamkan makanan-makanan halal sebelum turunnya Taurat atas Bani Israel namun setelah turunnya Taurat, karena mereka berlaku buruk terhadap Musa, Allah Swt menghukum mereka dan melarang mereka untuk memakan sebagian makanan. [1]

  1. Abu al-Fadhl Dawarpanah, Anwâr al-‘Irfân fi Tafsir al-Qur’ân, jil. 6, hal. 228-229, Intisyarat Shadr, Teheran, 1375 S.

Punya Pertanyaan atau Komentar?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *